Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ucapan Terakhir Janda Muda Bantul Saat Dihabisi Pacarnya di Sleman Yogyakarta

Seorang pria berinisial EBP, 39 tahun, warga asal Kediri, Jawa Timur, membunuh pacarnya sendirinya bernama Sri Utami, 40 tahun, warga Muntuk, Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Sebelum meninggal, keduanya terlibat percekcokan sampai tersangka sakit hati dengan ucapan korban.

Insiden Pembantaian sadis ini berlangsung pada 2013. Kasusnya baru terungkap dan tersangka tertangkap pada 3 Desember 2020. Saat gelar rekonstruksi Pembantaian di kebun Salak, Pakem, Sleman, Sabtu, 5 Desember 2020 terungkap percakapan terakhir keduanya.

“Mereka pergi melihat sunset di Kaliurang, Sleman. Di sana korban bilang, Kita sudah enggak bisa bersama lagi mas. Aku disukai orang lain, dan aku juga suka. Dan dia (pria barunya) lebih sukses dari pada kamu,” kata Kanit II Reserse Kriminal Polres Sleman Ipda Yunanto Kukuh Prabowo, Sabtu, 5 Desember 2020.







Kata Ipda Kukuh, hubungan asmara keduanya sudah berlangsung selama dua tahun sejak 2011. Selama itu, perjalanan cintanya memang tidak berjalan mulus. Mulai dari masalah beda agama, sampai dengan status korban yang merupakan seorang janda.

Bahkan, keluarga EBP juga tidak merestui hubungan mereka. Meski begitu, tersangka tetap mencintai korban dengan sepenuh hati. Tersangka sudah berniat melamar perempuan berstatus janda dua anak tersebut.

" Kita sudah enggak bisa bersama lagi mas. Aku disukai orang lain, dan aku juga suka. Dan dia (pria barunya) lebih sukses dari pada kamu".

Baru-baru ini, polisi juga mengungkap bahwa korban yang sebelumnya diketahui memilik dua anak hasil pernikahan sahnya, ternyata mempunyai dua orang anak hasil hubungan gelap dengan pria lain. Dengan artian, sepenggal hidupnya, korban melahirkan 4 anak.

Menurut Ipda Kukuh, usai bercerai dengan suami sahnya, korban pergi ke luar negeri bekerja sebagai TKW (Tenaga Kerja Wanita). Saat itu, korban mempunyai anak ketiga hasil hubungan gelap dengan pria asal Malaysia.

Rekonstruksi Pembantaian

Tersangka EBP saat rekonstruksi Pembantaian di kebun salak, Pakem, Sleman, Yogyakarta. (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah).

Pulang ke Indonesia, korban kembali hamil dengan pria asal Bantul. Namun ketika usia kandungannya tiga bulan, korban putus dengan pacarnya. Saat itulah korban dan tersangka akhirnya dipertemukan.

“Ketika korban hamil tiga bulan, tersangka menerima dan mau merawat sampai anak itu lahir. Tersangka ini sebetulnya orang baik,” ucapnya.

Saat menjalin hubungan, keduanya tinggal di sebuah kos daerah Mrican, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Sri bekerja di warung angkringan, sementara tersangka kerja sebagai pengamen. Hampir setiap hari mereka sering cekcok, hingga muncul niat tersangka untuk menghabisi korban.

Rasa sakit hati yang cukup dalam itu membuat tersangka, segera melancarkan niat jahatnya. Mereka pergi jalan-jalan menggunakan kendaraan motor merk Bajaj Pulsar warna hitam berplat nomor AG 4139 FQ ke wilayah Kaliurang untuk melihat sunset.

Usai melihat sunset, tersangka yang berasal dari Kediri, Jawa Timur ini mengajak pacarnya, Sri ke sebuah kebun salak di mana peristiwa Pembantaian berencana itu terjadi. Cerita kedua sejoli itu berakhir tragis pada 4, Februari 2013. Mayat korban di tengah kebun salak, Dusun Kemput, Desa Candibinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Setelah tujuh berlalu, polisi akhirnya mengungkap tersangka Pembantaian tersebut. Motif tersangka nekat mengakhir hidup pacarnya karena sakit hati. Sang kekasih yang sudah dipacari selama dua tahun ini sering membanding-bandingkan tersangka dengan pria lain.

sumber : tagar.id

Posting Komentar untuk "Ucapan Terakhir Janda Muda Bantul Saat Dihabisi Pacarnya di Sleman Yogyakarta"