Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tas Hilang di Area Museum, Ibu Dengan Balita Kecilnya Tak Kuasa Menahan Tangis

 

 Lutfiatul Hidayah, 27, warga Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, tak kuasa menahan tangisnya ketika mengetahui tasnya hilang di Museum Probolinggo.

Maklum, selain berisi duit Rp 1.850.000, tasnya berisi sejumlah surat-surat penting, termasuk KTP dan SIM. Namun, sekitar 2 jam kemudian tasnya diketahui berada di Mapolres Probolinggo Kota.

Kejadian ini bermula ketika, Minggu siang Lutfiatul Hidayah bersama suaminya Lutfin Hermanto, 30, dan anaknya, jalan-jalan ke Kota Probolinggo. Dengan mengendarai motor, mereka menuju Alun-Alun Kota Probolinggo.

Usai makan mi dan hendak pulang, anaknya rewel. Karenanya, mereka berinisiatif mendatangi Museum Probolinggo, untuk menenangkan anaknya sambil melihat tank dan pesawat. “Sekitar pukul 11.30, saya tiba di sini (Museum Probolinggo). Karena anak rewel, sama istri diajak lihat tank dan pesawat. Semenatra saya berada di atas motor,” ujar Lutfin.

Saat itu, Lutfiatul menaruh tasnya di pagar museum tak jauh dari motornya. Usai melihat tank, mereka beranjak pulang. Mereka lupa, tasnya yang dicantolkan di pagar tak dibawa. “Sadarnya ketika sudah sampai di Pantai Bentar. Istri tanya tasnya mana. Lantaran tidak ada, saya langsung putar arah kembali ke Museum,” jelas Lutfin.

Sesampai di Museum, ternyata tas itu sudah raib. Lutfiatul langsung lemas dan menangis. Mengingat di dalam tasnya ada sejumlah kartu identitas, uang, dan handphone-nya. Terlebih, ketika nomor HP-nya dihubungi sudah tidak ada respons. “Kalau uangnya tidak masalah, tapi sejumlah kartu identitas itu yang penting. Muai KTP, SIM, BPJS, dan lainnya,” jelas Lutfin.

Sekitar dua jam kemudian, HP milik Lutfiatul bisa dihubungi. Dari sanalah diketahui jika tasnya berada di SPKT Polres Probolinggo Kota. Dengan semringah, mereka langsung meluncur ke Mapolres. “Sudah ketemu. Alhamdulillah ada yang baik hati dan ditaruh di Mapolresta,” ujarnya.

Menyikapi kejadian ini, Stering Comite Museum Rasulullah Taufik mengatakan, peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bersama. Meski yang bersangkutan tidak masuk dan mengunjungi Museum Rasulullah, ia mengaku akan lebih meningkatkan pengawasan. Termasuk akan menambah CCTV.

“Dia beristirahat untuk melihat tank dan pesawat. Tasnya ketinggalan. Bukan hilang saat masuk Museum Rasulullah. Meski kabarnya sudah ditemukan, namun hal ini menjadi evaluasi bersama. Paling tidak agar lebih berhati-hati lagi. Kami akan pertimbangkan penambahan CCTV. Mengingat CCTV yang ada jaraknya cukup jauh dan hanya memantau daerah sekitar loket,” ujarnya.

Posting Komentar untuk "Tas Hilang di Area Museum, Ibu Dengan Balita Kecilnya Tak Kuasa Menahan Tangis"