Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mardani Hamdan Oknum Satpol PP Arogan Yang Memukul Perempuan, Minta Dibebaskan Karena Istri Butuh Kasih Sayang

Setelah beberapa waktu lalu sempat viral, kini Oknum Satpol PP Gowa yang pemukul pasangan suami-istri (pasutri) saat razia PPKM, Mardani Hamdan, mengajukan permohonan penangguhan penahanan setelah jadi tersangka dan ditahan. Namun penangguhan tersebut ditolak penyidik Polres Gowa.

"Pengajuan penangguhan penahanan ada," ujar Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman saat dilansir oleh detikcom, Senin (26/7/2021)

Menurut Boby, penangguhan penahanan Mardani Satpol PP Gowa diajukan kuasa hukum tersangka pada Rabu (21/7). Penyidik kemudian tak mengabulkan penangguhan penahanan dari tersangka tanpa memberi penjelasan lebih lanjut mengapa penangguhan itu ditolak.

"(Pengakuan penangguhan penahanan) itu kan haknya tersangka ya. Jadi sekali lagi kalau penangguhan memang diajukan tapi tidak saya berikan. Tetap diproses," ucapnya.

Sementara itu, kuasa hukum Mardani Satpol PP Gowa, Muhammad Shyafril Hamzah, mengatakan ada sejumlah alasan kliennya meminta penangguhan penahanan. Di antaranya karena tersangka memiliki penyakit maag akut.

"Dia punya penyakit maag akut," papar Shyafril dalam wawancara terpisah.

Dia juga mengatakan Mardani berjanji tidak melarikan diri ataupun mengulangi tindak pidana yang sama.

"Terus dia punya anak-istri, malah anaknya ada beberapa yang masih membutuhkan kasih sayang dan bimbingannya," katanya.

Namun, jika penangguhan penahanan tak diberikan, lanjut Shyafril, pihaknya akan mencoba meminta peralihan penahanan.

"Plus kalau umpama penangguhan penahanan tidak diberikan, kami mohon pengalihan dari antara tahanan kota dan tahanan rumahnya," terangnya.

Seperti diketahui, Mardani Hamdan dijerat dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP atas penganiayaan terhadap pasutri bernama Ivan yang berusia 24 tahun dan Amriana yang berusia 34 tahun, saat razia PPKM mikro di Kelurahan Panciro, Kecamatan Bajeng, Gowa, pada Rabu (14/7) malam.

Tak hanya diproses pidana, Mardani juga dicopot dari jabatannya, yakni Sekretaris Satpol PP Gowa.

Diberitakan sebelumnya, tentang video yang memperlihatkan operasi penegakan PPKM mikro yang terjadi di kedai di Gowa, Sulawesi Selatan. Berdasarkan keterangan video, kronologi kejadian diawali dari empat tim yang dikerahkan untuk penegakan PPKM Mikro. 

Selama pengawasan itu, Satpol PP mendengar suara musik yang cukup keras dari sebuah warkop. Oknum Satpol PP pun masuk ke warkop itu mencari pemilik dan meminta izin operasi.

"Mana surat izin ini kafe saya mau lihat," tanya Satpol PP itu dalam video seperti dilansir oleh Suara.com, Kamis (15/7/2021).

Aksi oknum Satpol PP itu direkam oleh pemilik warkop yang memiliki istri yang sedang hamil. Mereka pun cekcok yang berakhir dengan aksi pemukulan oknum Satpol PP itu ke pria pemilik warkop yang merekamnya. 

Tak sampai di situ, oknum Satpol PP itu kemudian menyasar istri pemilik warkop. Sang istri yang sedang hamil itu dipukul oleh Satpol PP sehingga berakhir dengan teriakan suami.

"Pelan-pelan pak, orang lagi hamil pak, santai pak. Kurang ajar pak, kurang ajar kamu mukul pak," ujar suami ibu hamil tersebut.

Rekaman video pun menjadi kacau dan dipenuhi dengan teriakan. Ibu hamil itu sendiri terlihat memegangi meja dan tertunduk. Keterangan akun menyebutkan jika istri pemilik warkop itu sendiri disebutkan awalnya melempar kursi ke oknum Satpol PP karena tidak terima suaminya dipukul.

Tak terima, oknum Satpol PP itu tanpa ragu mendatangi dan memukul ibu hamil itu. Peristiwa itu akhirnya dilerai oleh anggota Satpol PP lainnya dan seorang polisi yang ikut dalam patroli PPKM ini. Kabar terbaru melaporkan jika ibu hamil itu kemudian menjalani pemeriksaan di Polres Gowa. 

Namun, ia tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri. Perempuan yang tengah mengandung 9 bulan itu diduga pingsan karena kelelahan sehingga perutnya mengalami kontraksi. Kini, ia dilarikan ke rumah sakit.

Aksi petugas tersebut menduduki trending nomor 1 Twitter Indonesia. Saat dilansir suara.com di Trending Twitter Indonesia pada Kamis (15/7/2021), Satpol PP ada di peringkat pertama di Trending Twitter Indonesia. Kata 'Satpol PP' telah dicuitkan lebih dari 19,7 ribu kali. Saat diklik, muncul beberapa akun yang mengunggah video aksi penganiayaan tersebut.

Ada dua versi video yang beredar, pertama dari video di ponsel milik suami, sementara versi kedua dari CCTV kedai. Berdasarkan penelusuran di kolom balasan atau reply, beberapa warganet juga mengunggah screenshot berisi akun milik petugas Satpol PP.

Mulai dari akun Facebook, Instagram, hingga Getcontact turut jadi sasaran warganet. Belum diketahui apakah akun yang beredar itu benar-benar milik oknum petugas Satpol PP, tapi warganet kadung menyerang akun tersebut. Meskipun geram, banyak warganet iba terhadap perempuan yang disebut dalam kondisi hamil dan diserang si petugas. Berikut cuitannya:

"2beer! Halo Pak Satpol PP yang terhormat, itu yang Anda memukul wanita hamil loh????? Iya tau mereka salah, tapi menggunakan kekerasan apalagi ke wanita hamil itu juga salah?????" kata @tubirfess.

"Kasian banget apalagi itu yang istrinya lagi hamil terus katanya kena pukul juga, warungnya di acak-acak, gelas di pecah-pecahin. Dasar Satpol PP biadab!!!" kata @muchhilalr19.

"kenapa sih harus pake kekerasan? kalo udah pake seragam tuh jadi nambah kekuatan apa gimana? berasa paling kuat kalo udah pake seragam? kalo udah pake seragam mukul orang tuh jadi boleh gitu?" kata @hanatalianto.

"Wajib diviralkan, gila mukul perempuan hamil. Ngapain juga ngomentarin baju orang di rumahnya sendiri?" kata @anandaprima.


Posting Komentar untuk "Mardani Hamdan Oknum Satpol PP Arogan Yang Memukul Perempuan, Minta Dibebaskan Karena Istri Butuh Kasih Sayang"