Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kembalikan HP Yang di Temukan Dijalan, Pasturi ini Malah Dituduh Mencuri, Ditahan 3 Hari dan Bayar Denda 35 Juta

Tersangka sekaligus korban semena-mena oknum Polsek Tj. Morawa telah melakukan upaya hukum Ke Propam Polda Sumut dan Kapolda Sumatera Utara dengan No. Surat : 0732/SP/I/2021, tertanggal 28 Januari 2021.

Roni Prima Panggabean SH selaku kuasa Hukum Siti Nuraisyah dan suaminya Muhammad Fajar telah mengirimkan tembusan surat tersebut ke Ke Kapolri yang baru Jendral Listyo Sigit Prabowo dan Kadiv Propam Mabes Polri .

Bahwa Siti Nuraisyah juga telah dimintai keterangan Via Telpon oleh Bapak Sembiring dari Paminal Propam Polda Sumut tertanggal 29 Januari 2021. Siti Nuraisyah menjelaskan secara lengkap terkait kronologis peristiwa yang menimpanya.

Roni mengatakan didalam BAP tersangka banyak kejanggalan dan dugaan kesewenang-wenangan yang dilakukan oknum Polsek Tanjung Morawa, antara lain, didalam BAP dituliskan “tersangka didampingi oleh Firnando D.D Pangaribuan sebagai penasihat hukum” namun faktanya, Siti Nuraisyah dan Muhammad Fajar tidak melihat, bertemu, apalagi didampingi oleh Penasihat Hukum yang bernama Firnando D.D Pangaribuan.

Kemudian, di dalam BAP tersangka “ pada kejadian tersebut dituliskan dengan teman-teman” sementara pada kejadian tersebut hanya Siti Nuraisyah dan Muhammad Fajar (Pasutri) yang menemukan HP tersebut bukan dengan teman teman.

“Tersangka ( Pasutri ) juga tidak di ijinkan membaca seluruh isi BAP,” ketus Roni.

Selain itu, sebut Roni lagi, si tersangka ( Pasutri ) dipaksa untuk menjadi pelaku pencuri yang sudah mereka bantah sesuai dengan kronologis kejadian bahwa HP itu ditemukan di Suzuya bukan di curi.Lalu, ketika mengembalikan HP kepolsek Tanjung Morawa, si Pasutri kaget tiba-tiba mereka dituduh mencuri dan sudah ada laporan kepolisian terkait dugaan pencurian dengan pemberatan.

“Pasutri itu tidak mengetahui sama sekali sudah ada laporan polisi. Kalau mereka sudah tahu ada laporan polisi, manamungkin mereka dating begitu saja,” sebutnya menambahkan, setelah ditanggungkan penanahannya bahwa Muhammad Fajar juga kehilangan Celana yang dipakai dan Helm yang digunakan.

Roni Prima Panggabean juga merasa aneh dengan hokum yang dilakukan penyidik untuk menjerat kliennya tersebut. “ Apakah Polsek Tanjung Morawa mempunyai KUHP tersendiri ? Apa yang menjadi dasar hukum Pencurian dengan pemberatan ? Karena Merujuk pada Perma 02 Tahun 2012 tentang penyesuaian batasan tindak ringan dan jumlah denda, bahwa tindak pidana ringan dengan nilai kerugian 2,5jt , kenapa ini disangkakan dengan pencurian dengan pemberatan ? itupun kalau dicuri tapi ini kan ditemukan bukan dicuri, mereka juga sudah chating selama 1 minggu untuk mengembalikan HP tersebut,” katanya dengan nada heran.

Dia menegaskan, pihaknya akan melakukan Audit Investigasi terkait rekaman CCTV di suzuya, bahwasannya CCTV tersebut harus diperlihatkan selama 24 Jam pada hari itu. “Aneh bin ajaib, HP tiba-tiba ada ditempat pakaian. Dari rekaman CCTV kita bisa melihat siapa yang meletakkan HP tersebut, itu sangat perlu diketahui,” pungkasnya.

Sebagai kuasa hukum , sebut Roni, akan membawa permasalahan ini Ke Komisi III DPR RI agar menjadi perhatian khusus bagi Bapak Kapolri Jendral Listyo dan seluruh masayarakat Indonesia dapat melihat Hukum bisa ditegakkan seadil – adilnya sebagaimana asas Dalam proses penegakan hukum harus menerapkan Azas equality before the law ” dan setiap orang mendapat perlakuan yang sama haknya di hadapan hukum bukan Merampas Hak Asasi Setiap Warga Negara yang telah di jamin hukum yaitu PASAL 28D UUD 1945 “ Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan perlakuan hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum” tegas Roni.

sumber : news.okezone.com

Posting Komentar untuk "Kembalikan HP Yang di Temukan Dijalan, Pasturi ini Malah Dituduh Mencuri, Ditahan 3 Hari dan Bayar Denda 35 Juta"