Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TRAGIS ! Tak Terima Kuping Anaknya disentil, Orang Tua Siswa Bacok Kepala Sekolah Hingga Terluka Parah

 Riwansyah Rillah (50) Kepala UPT SDN1 Tiyuh (Desa) Karta Tanjung Selamat (Pemekaran), Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), menjadi korban pembacokan orang tua wali murid berinisial (BD) warga RK 001, RW 002 Tiyuh setempat, menggunakan senjata tajam jenis laduk (golok), pada Kamis (30/9/2021).

Akibat peristiwa itu Riswansyah mengalami luka cukup parah, dengan 22 luka jahitan dan dalam perawatan serius di Puskesmas Kartaraharja.

Saat ditemui korban mengungkapkan, kejadian yang menimpanya tersebut karena pelaku mengira dirinya telah melakukan kekerasan kepada anak pelaku.

“Saat itu saya tengah di depan komputer sedang mengerjakan tugas, tiba-tiba Dia (pelaku) masuk ke dalam ruang kerja saya, dengan nada keras dia berucap kalau anaknya sudah saya pukul hingga benjol dibagian kepala sebesar telor, dia berucap ‘kuhabisi kamu..!!! sambil mengayunkan laduknya hingga mengenai lengan kiri saya,” ungkapnya.

Lebih dalam Riwansyah menuturkan, awal kejadian tersebut bermula dari perkelahian empat siswa, yang mana salah satunya adalah anak BD. Adapun penyebab perkelahian itu karena anak BD tersebut marah, telah dikurung di kamar WC/toilet oleh teman-temannya.

“Melihat perkelahian itu, saya langsung melerai dan memberikan hukuman kepada keempat siswa tersebut berupa sentilan pada daun telinga mereka masing-masing, tidak sengaja sentilan saya terkena kepala anak pelaku. Lalu anak itu pulang ke rumah,” tutur Riwan.

Sebelum BD datang lanjutnya, Mahmud dan Edi Yanto (paman siswa) terlebih dahulu datang ke sekolah untuk menanyakan, lalu dia menjelaskan penyebabnya kepada mereka berdua. Setelah menerima penjelasan dan dapat diterima, mereka kemudian mengambil sepatu dengan tas siswa tersebut untuk dibawa pulang.

“Setelah keduanya pulang, selang beberapa waktu BD datang dan terjadilah peristiwa yang menimpa saya ini,” kata dia.

Terpisah, Suryati salah satu guru di sekolah tersebut membenarkan kejadian itu. Dia pula yang lebih dulu mengetahui luka pada lengan Riwan dan meminta pertolongan warga yang berada di sekolah.

“Waktu saya sedang mengajar salah satu tukang melapor kepada saya, bahwa ada orang tua siswa (BD) mendatangi ruang kepala sekolah dengan membawa sebilah senjata tajam golok jenis laduk. Mendengar itu saya ketakutan, kemudian saya mengamankan beberapa siswa yang masih diluar dan berpesan tidak keluar kelas. Lalu saya ajak tukang tersebut menemani ke kantor tapi tukang itu tidak mau karena takut,” jelasnya.

Suryati dengan cemas memberanikan diri mendekati ruang kepala sekolah itu sendiri. Dari luar kantor, dia berusaha meredam kemarahan BD dan istrinya yang datang kemudian.

“Saat saya tengah menasehati BD, istri BD datang. Ketika itu saya tidak tahu kalau pak Riwansyah sudah terluka parah,” kata Suryati.

Lanjutnya lagi, melihat tangan pak Riwan banyak mengeluarkan darah, dia langsung keluar meminta pertolongan wali murid lain yang masih berada di lingkungan sekolah untuk membawa kepala sekolah ke puskesmas terdekat.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kartaraharja Dr. Ridho menjelaskan, berdasarkan Visum Et Revertum nomor 440/515/ll.02.1/TUBABA/2021, luka korban cukup parah.

“Sekira pukul 11:15 WIB kita menerima korban dengan kondisi yang cukup parah dengan pakaian berlumur darah, setelah kita lakukan pemeriksaan, kita menemukan luka pada bagian lengan kiri atas sepanjang 9cm dengan dalam 3 cm, dan saya menyimpulkan bahwa luka itu bukan sayatan melainkan luka bacokan,” terangnya.

Lanjut Ridho, setelah diberikan oksigen kemudian korban sadar pihaknya melakukan penjahitan dibagian luka korban. Dengan total jahitan sebanyak 22 yakni jahitan luka dalam 12 simpul dan luka luar 8 simpul.

“Yang jelas kita selalu pantau keadaan pasien dan Alhamdulillah saat ini keadaannya agak membaik dan bilamana korban mengalami keluhan yang serius maka kita akan langsung kordinasikan dengan pihak rumah sakit.”tutupnya.

Terpisah atas peristiwa tersebut diketahui sudah dilaporkan oleh anak kandung korban ke Polres setempat dengan laporan polisi LP/B-353/lX/2021/SPKT /POLRES TULANG BAWANG BARAT/POLDA LAMPUNG nama pelapor Muhammad Ariska Abib.

“Benar, saya sudah melaporkan kejadian yang dialami ayah ke Polres, kami sekluarga berharap, Polisi bisa secepatnya menangkap pelaku dan dihukum sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku,” pungkasnya.

sumber : radar24.id

Posting Komentar untuk "TRAGIS ! Tak Terima Kuping Anaknya disentil, Orang Tua Siswa Bacok Kepala Sekolah Hingga Terluka Parah"