Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tawa dan Senyum Pelaku Usai Tikam Polantas di Pos Polisi, Pinjam Pistol Polisi Supaya Jadi Teroris

MI (34) pelaku penusukan polisi di Palembang mengaku dirinya teroris.

Pria ini juga ingin membangun jaringan teroris di Palembang.

Kini MI diamankan di sel tahanan Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Saat diwawancarai awak media di ruangan Polda Sumsel, MI menjelaskan motifnya menikam Bripka Ridho yang tengah bertugas di Pos Lalu Lintas di Simpang Angkatan 66 Kota Palembang.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (4/6/2021) siang.

MI mengatakan dirinya ingin merebut pistol yang ada di tangan Bripka Ridho.

MI mengatakan dirinya baru ingin menjadi teroris. Namun saat dimintai keterangan lebih lanjut dirinya mengaku hanya untuk menakut-nakuti orang sekitar TKP saja.

"Saya mengaku teroris biar orang lari. Tapi tidak ada yang lari," ujarnya sembari tertawa.

Pengakuan pelaku MI sempat membingungkan awak media.

MI juga mengaku pernah ditahan di Nusa Kambangan selama 3 bulan, dan ditahan 2 Minggu di Mako Brimbob Jakarta.

"Saya mau ambil senjata petugas. Untuk menjadi teroris. Belum ada kawan, baru mau bikin jaringan sendiri. Pistol itu untuk jaga-jaga saja," terang pelaku MI.

Polisi Selidiki Kejiwaan Pelaku

Direktur Kriminal Umum, Kombes Pol Hisar Siallagan menegaskan pernyataan pelaku tersebut masih perlu dilakukan pemeriksaan lebih dalam.

"Kita akan lakukan test di Psikolog untuk mengetahui kondisi kejiawaan pelaku MI. Kita masih akan menunggu hasil test kejiwaan pelaku lebih dulu," ujar Hisar Suallagan, Sabtu (5/6/2021).

Hisar menjelaskan hasil test tersebut akan dilihat untuk mengetahui apakah pelaku dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya dimata hukum.

Hisar juga mengatakan, sejauh ini pelaku tidak memiliki catatan kriminal.

Pernah Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

Pengakuan MI saat dimintai keterangan sempat membingungkan para awak media, karena pengakuannya berubah-ubah.

Dirinya berulang kali mengatakan dirinya adalah teroris, dan akan membuat jaringan baru.

Namun hal tersebut dibantah tegas oleh Direktur Kriminal Umum, Kombes Pol Hisar Siallagan saat disambangi di Polda Sumsel.

"Dari keterangan ibu pelaku mengatakan bahwa yang bersangkutan pernah dirawat pada tahun 2009-2011. Perna dirawat di rumah sakit Ernaldi Bahar, RSJ Palembang," ujar Hisar, Sabtu (5/6/2021).

Namun pihaknya akan tetap melakukan test kembali pada pelaku untuk mengetahui apakah pelaku dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya dimata hukum.

Ditemukan 20 Pisau 

Selain itu Hisar juga mengatakan, petugas menemukan 3 bilah pisau di lokasi kejadian, dan sejumlah pisau dengan jenis sama di kosan pelaku.

"Ada 20 lebih pisau di dalam kosannya. Saat ditanya untuk apa, pelaku menjawab pisau tersebut digunakannya untuk aksi," jelas Hisar.

Selain itu petugas juga mengamankan 1 Handphone dan 2 laptop dari kediaman orangtua pelaku.

Hisar mengatakan, sebelum keluar hasil pemeriksaan kondisi kejiawaan pelaku, pihaknya akan tetap menganggap pelaku dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya dimata hukum.

"Dalam pemeriksaan, pelaku cukup lancar menjawab pertanyaan dari penyidik, layaknya orang normal," jelasnya.

Disinggung terkait pernyataan pelaku menganai dirinya seorang teroris, Hisar mengatakan bisa saja hal tersebut dikatakan pelaku karena pelaku ingin menjadi seperti itu.

"Kita baca dan lihat pergaulannya, dilihat dari kegiatan di medsosnya, kita belum lihat adanya hubungan pelaku dengan jaringan teroris,"jelasnya

Sumber : BangkaPos.com 

Posting Komentar untuk "Tawa dan Senyum Pelaku Usai Tikam Polantas di Pos Polisi, Pinjam Pistol Polisi Supaya Jadi Teroris"