Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TRAGIS ! Eva Sofiana, Perawat Cantik Dibakar Hidup-hidup di Dalam Klinik Oleh Orang Tak Dikenal

 


Eva Sofiana Wijayanti (35) dibakar hidup-hidup oleh pria misterius.

Perawat yang murah senyum ini menderita luka bakar 60 persen.

Kesehariannya perempuan asal Malang, Jawa Timur, ini dikenal sangat dekat dengan suami dan dua anaknya.

Eva menjadi korban dibakar hidup-hidup oleh pria misterius pada Senin (3/5/2021) lalu.

Kakak Ipar Eva, Didik Porwidiantoro mengungkapkan keseharian Eva Sofiana Wijayanti bersama keluarga.

Didik mengatakan suami korban bernama Adin sering mengikuti kontes burung berkicau dan kerap menorehkan prestasi.

Eva dan Adin dikaruniai dua orang anak laki-laki.

Anak pertama Eva sedang duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar.

Sedangkan anak kedua Eva sedang akan memasuki sekolah dasar.

Mereka tinggal di sebuah rumah yang belokasi di Dusun Ngembul, Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

Rumah itu juga ditinggali bapak kandung Adin.

Didik merupakan kakak dari Adin, suami Eva.

Didik mengungkapkan Eva bekerja di Klinik Bunga Husada yang berada di Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang sejak 5 tahun lalu.

Sepengetahuan Didik, Eva dan Adin merupakan pasangan suami istri yang seumuran. Ia mengingat jika keduanya lahir pada tahun 1988.

"Dulunya Eva itu lulusan bidan," papar Didik ketika ditemui di kediaman Eva dan suaminya pada Rabu (5/5/2021).

"Eva dan suami sangat dekat enak. Hampir setiap hari dibelikan makanan siap saji anaknya itu sama Eva," ujarnya

Sejak Eva dan Adin berumah tangga 10 tahun lalu, Didik merasa mahligai rumah tangga yang dibangun keduanya tak pernah dirundung masalah alias harmonis.

"Bahkan sering ngabuburit setiap sore. Pihak keluarga gak tau ada masalah," ucap pria yang mengaku sebagai petani itu.

Kendati demikian, sebagai kakak kandung Adin, Didik jarang berkomunikasi secara intens dengan anggota keluarganya.

"Saya jarang komunikasi dengan suaminya Eva. Sampai sekarang WA gak dibales dan telepon gak diangkat," beber pria berusia 50 tahun itu.

Ketika mendengar Eva tersiram bensin dan dibakar orang tak dikenal, Didik sontak terkejut mendengar kabar itu.

Didik menerima informasi jika Eva yang tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit saat ini ditemani oleh suaminya.

"Saat ini suami Eva (Adin) sedang menemani Eva di rumah sakit," tutur Didik.

Selama Eva menjalani perawatan di rumah sakit, Didik menuturkan kedua anak Eva sengaja tidak diberitahu tentang peristiwa pembakaran oleh orang tak dikenal itu.

Saat ini, anak pertama Eva tinggal di rumah Dusun Ngembul. Sedangkan anak kedua Eva berada di rumah Dusun Krajan yang merupakan rumah orang tua kandung Eva.

"Saya tidak tinggal di sini tetap (Rumah Dusun Ngembul), rumah saya di Krebet, Bululawang. Saya lagi kesini karena bapak saya lagi sendirian," ujar Didik.

Didik menyerahkan sepenuhnya tindakan hukum oleh pihak berwajib terkait peristiwa nahas yang dialami Eva.

"Kondisi Eva juga masih seperti itu di rumah sakit. Jadi itu semua (tindakan hukum) terserah suaminya," jelasnya.

Terakhir, Didik bersaksi tidak ada gelagat aneh nan mencurigakan yang terpampang dari sosok Eva sebelum kejadian penyiraman bensin pada Senin (3/5/2021).

"Saya kaget sekali mendengar musibah itu," tutupnya.

Pengakuan Saksi

Klinik Bunga Husada Kalipare, Kabupaten Malang, lokasi pembakaran terhadap perawat cantik Eva Sofiana Wijayanti terlihat sepi, Selasa (4/5/2021) sore.

Garis polisi terpasang mengelilingi area pintu klinik yang berada di Jalan Raya Dusun Panggang Lele, Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang tersebut.

Terlihat ada beberapa sandal yang ada di bagian lantai depan pintu masuk.

Dudik Dwi Jatmiko (50) warga yang tinggal di sekitar klinik bercerita ihwal detik-detik ketika dirinya menolong Eva Sofiana Wijayanti yang sedang terbakar.

"Saya dari dapur mendengar teriakan aduh-aduh dari arah klinik."

"Kemudian semakin keras terdengar dari arah sini (menunjuk pintu keluar)," ucap Dudik ketika ditemui SURYAMALANG.COM di klinik yang ditempati korban.

Saat itu, Dudik menerangkan korban sedang berada di ruang istirahat berteriak meminta tolong.

Ia melihat korban terbakar pada bagian bahu belakang. Sedangkan bagian wajah nyaris hangus.

"Saya berupaya padamkan api dari si korban. Saya tepuk-tepuk hingga padam."

"Daerah wajah kebul-kebul saat saya padamkan. Sepi saya sendirian saja."

"Beliau sebelum kejadian itu sedang istirahat katanya," ungkap Dudik.

Ditanya tentang sosok sang penyiram bensin ke wajah korban, Dudik mengaku tidak mengetahuinya.

"Saya tidak sempat melihat. Tapi kata korban pakai helm terus bermasker, pakai jaket dan pakai motor Beat (Honda Beat) warna hitam," beber Dudik.

Dudik menyebut korban merupakan sosok yang periang dan baik ketika berinteraksi dengan tetangga maupun pasien.

Eva diketahui membuka jam praktik di klinik tersebut sejak pukul 8 pagi.

Korban seringkali sendiri di klinik tersebut.

Kata Dudik, klinik itu merupakan binaan Puskesmas.

"Korban merupakan sosok yang periang dan orangnya baik, banyak temannya."

"Praktek di sini ada dua orang. Dokternya di Puskesmas. Ini binaan Puskesmas," jelasnya.

Terakhir, Dudik bersaksi tidak ada hal-hal yang mencurigakan di klinik sebelum peristiwa pembakaran itu terjadi.

"Tidak ada keramaian-keramaian mencurigakan. Normal normal saja (sehari sebelum peristiwa)," tutupnya.

Sementara itu Kapolres Malang Hendri Umar menerangkan jajarannya sedang bekerja untuk mengungkap tabir di balik kasus perawat cantik di Malang dibakar itu, termasuk mengejar pelakunya.

"Dalam waktu 1 atau 2 hari ini akan kami ungkap pelakunya. Sekitar 3 sampai 4 orang saksi yang sudah kami periksa. Orang-orang terdekat korban juga sudah kami periksa," tegasnya.

Terkait petunjuk-petunjuk yang menyelimuti kasus ini, Hendri belum dapat menjelaskan secara gamblang.

"Nanti kami akan kami sampaikan ke rekan-rekan media," tutup Kapolres.

Kronologi

Kronologi dan detik-detik perawat cantik berusia 35 tahun asal Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang dibakar menggunakan bensin oleh pria tak dikenal, Senin (3/5/2021).

Kapolsek Kalipare, AKP Soleh Mas'udi menjelaskan identitas korban bernama Eva Sofiana Wijayanti.

Hasil penelusuran SURYAMALANG.COM, Korban bekerja di Klinik Bunga Husada Kalipare.

Kini, korban masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen.

Sholeh menjelaskan peristiwa nahas itu mulanya terjadi ketika korban tengah beristirahat di Klinik Bunga Husada.

Korban diketahui sedang masuk kerja shift pagi.

Tak lama kemudian, tiba-tiba datang seorang laki laki mengendarai sepeda motor Honda Beat merah.

Sholeh menuturkan, ciri-ciri pria itu menggunakan jaket hitam, helm dan masker.

Pria tak dikenal itu langsung merangsek masuk ke dalam klinik menuju ruang istirahat korban.

Setibanya bertemu korban, pelaku langsung menyiramkankan cairan ke bagian wajah dan tubuh korban.

Tanpa menunggu lama, pelaku menyulutkan korek ke arah tubuh korban.

Pelaku langsung lari terbirit-birit meninggalkan lokasi.

Saat itu, hanya ada satu saksi saat itu di klinik tersebut.

Saksi berhasil dipadamkan dengan air korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Wava Husada.

"Doakan pelakunya segera tertangkap. Kami bersama jajaran Polres Malang akan terus menyelidiki kasus ini," tutupnya.  

sumber : tribunnews.com

Posting Komentar untuk "TRAGIS ! Eva Sofiana, Perawat Cantik Dibakar Hidup-hidup di Dalam Klinik Oleh Orang Tak Dikenal"