Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SADIS, Oknum TNI Habisi Nyawa Pacar Karena Minta Dinikahi, Jenazah Tinggal Tulang Belulang

 


Seorang oknum TNI dari satuan Yonif 600/R Kodam Mulawarman berpangkat Prajurit Kepala (Praka) berinisial MAM, ditahan di Pomdam VI/Mulawarman terkait dugaan kasus pembunuhan terhadap kekasihnya berinisial RR (30), warga Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara.

 Diketahui perbuatan nekat tersebut dilakukan oleh tersangka karena merasa kesal kepada korban yang selalu meminta untuk dinikahi. Praka MAM resmi ditahan, Senin (12/4/2021) usai pihak Pomdam melakukan pemeriksaan secara intensif sejak  9 April 2021, terkait hilangnya korban. Sebelumnya RR diberitakan menghilang pada 1 Maret 2021.

 “Praka MAM sudah dilakukan pemeriksaan intensif dan resmi ditahan karena merupakan orang terakhir yang mengantarkan RR ke TKP. Tersangka juga mengakui perbuatannya,” ungkap Kapendam VI/Mulawarman Letkol Inf Taufik Hanif, saat ditemui oleh PROKAL.co (grup bontangpost.id) di kantornya. Lebih rinci ia menjelaskan, Praka MAM dan korban awalnya saling kenal melalui media sosial Facebook. Mereka pun memutuskan untuk bertemu dan akhirnya berpacaran.

 “Jadi mereka ini sudah saling kenal sejak 2019 dari Facebook, kemudian ketemuan, berpacaran, lalu berencana untuk menikah. Intinya motifnya di sini karena asmara,” terangnya. Lanjut dia, namun karena selalu didesak oleh korban, tersangka pun jengkel dan akhirnya menyusun rencana untuk menghabisi nyawa korban. Puncaknya terjadi pada 1 Maret tersebut, korban akhirnya dibunuh. “Menurut pengakuan tersangka memang direncanakan,” ucap Taufik. 

 Saat ini jasad korban sudah berada di rumah sakit untuk menjalani proses autopsi. Korban ditemukan dalam bentuk tulang-belulang yang terpisah dalam satu tempat. “Karena sudah satu bulan kejadiannya jadi sisa tulang-belulang. Namun satu-persatu mulai ditemukan, dari tulang rusuk, tengkorak, punggung, tulang ekor dan sebagian sudah ditemukan.

 Kami akan terus melakukan pencarian terhadap sisa yang hilang,” imbuhnya. Sementara untuk proses hukum, Kapendam VI/Mulawarman menegaskan, pihaknya akan memproses kasus ini secara hukum sampai tuntas. Untuk ancaman hukumannya, sesuai hasil sidang di pengadilan nanti. 

 Sebelumnya, pihak keluarga sempat menyebarkan postingan pencarian orang hilang melalui media sosial, empat hari setelah korban meninggalkan rumah. Korban saat itu berpamitan kepada orangtuanya ingin pergi ke kawasan Manggar untuk mengambil baju persit, dengan menaiki sepeda motor matic bernomor polisi KT 4767 ZM.

sumber : bontangpost.id

Posting Komentar untuk "SADIS, Oknum TNI Habisi Nyawa Pacar Karena Minta Dinikahi, Jenazah Tinggal Tulang Belulang"